Monday, 23 April 2012

Penanganan Kehamilan Ganda

0 comments



Dibandingkan dengan kehamilan tunggal, kehamilan ganda lebih mungkin terkait dengan komplikasi kehamilan. Pada  kehamilan kebutuhan ibu untuk pertumbuhan hamil kembar lebih besar sehingga terjadi difisiensi nutrisi seperti anemia dalam kehamilan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam rahim. Ada argumen kuat yang menyatakan bahwa pasien harus mendapat asam folat 5 mg dan satu tablet zat besi setiap hari. Frekuensi hidraminion pada hamil kembar sekitar 10 kali lebih besar dari kehamilan tunggal.
Solusio plasenta dapat terjadi setelah persalinan anak pertama karena retraksi otot yang  berlebihan. Perjalanan dapat berlangsung lebih lama, karena  keregangan otot rahim yang melampaui batas. Setelah persalinan, terjadi gangguan kontraksi otot rahim yang menyebabkan atonia uteri yang menimbulkan pendarahan dan retensio.
Seorang wanita dengan kehamilan ganda mempunyai volume darah yang lebih besar dan mendapatkan beban ekstra pada sistem kardiovaskular, peregangan otot rahim yang menyebabkan iskemia uteri yang dapat  meningkatkan kemungkinan  Preeklamsi dan eklamsi. Biasanya dokter menganjurkan  ibu dengan kehamilan ganda beristirahat lebih banyak, misalnya 2 jam pada sore hari, diharapkan dapat mengurangi resiko hipertensi yang diinduksi kehamilan dan persalinan preferm.
Dengan janin (bayi) yang relatif berat badannya lebih rendah menyebabkan morbiditas dan kematian yang tinggi. Keluhan pada kehamilan kembar diantaranya terasa sesak nafas, sering kencing, edema tungkai, pembesaran pembuluh darah (varises). Untuk memperkecil kemungkinan penyulit ibu dan janin, kehamilan Ganda penanganan  yang lebih intensif dengan melakukan pengawasan hamil lebih sering, melakukan pemeriksaan  laboratorium dasar dan pengobatan intensif terhadap kekurangan  nutrisi dan preparat Fe.
Ibu yang bekerja sebaiknya berhenti bekerja pada umur kehamilan 28 minggu, istirahat yang cukup, coitus ditinggalkan pada 3 bulan terakhir.
Pada persalinan karena penyulit  kehamilan ganda terjadi gangguan kontraksi otot rahim. Kelambatan persalinan dan pendarahan post partum dan bayi prematur maka persiapan pertolongan  persalinan perlu lebih cepat dan tepat. Persiapan  darah ibu perlu dilakukan dan pertolongan bayi prematur dengan lebih baik. Penanganan   kala I dilakukan seperti biasa. Setelah anak pertama  lahir segera dilakukan pemeriksaan  luar dan dalam untuk menetapkan posisi anak kedua. Pada umumnya anak kedua lahir dalam waktu 10 sampai 15 menit. Bila kedudukan anak kedua membujur, dapat ditunggu sampai terjadi his, selanjutnya ketuban dipecahkan dan pertolongan  ditolong spontan belakang kepala atau pertolongan letak sungsang.
Apabila anak kedua letak lintang dapat dilakukan versi luar  menjadi letak membujur. seandainya letak lintang disertai gawat janin maka versi ekstraksi merupakan pilihan utama. Indikasi lainnya untuk versi ekstraksi. Letak lintang adalah bila ketuban pecah disertai  prolapsus foenikulli atau solusio plasenta. Dalam  pertolongan persalinan hamil ganda dilakukan operasi persalinan primer bila berhadapan dengan.
  • Hamil ganda dengan anak pertama letak lintang
  • Prolapsus funikulli
  • Plasenta Previa
  • Dua bagian janin masuk bersamaan pada pintu atas panggul.
Kesulitan lain yang mungkin terjadi adalah interlocking, dimana setelah badan bayi pertama lahir, maka kedua dagu bayi saling tersangkut. Keadaan ini jarang terjadi karena kehamilan  kembarpun tidak banyak. Segera setelah  plasenta lahir diberikan  uterotonika untuk menghindari pendarahan.
Kehamilan kembar paling baik di lakukan operasi karena mengingat bahwa ini merupakan persalinan patologis dimana menyangkut nyawa ibu dan kedua bayinya.

Leave a Reply

Labels